SYAHDUNYA GERIMIS MENGIRINGI PEMAKAMAN TUANKU AZWAR AZIZ ABDULDJALIL RAHMADSHAH, DISELIMUTI DOA DAN DIDAMPINGI TIGA SULTANAT MELAYUNYA

SYAHDUNYA GERIMIS MENGIRINGI PEMAKAMAN TUANKU AZWAR AZIZ ABDULDJALIL RAHMADSHAH, DISELIMUTI DOA DAN DIDAMPINGI TIGA SULTANAT MELAYU
 



MEDAN  – Suasana haru dan kekhidmatan menyelimuti prosesi pemakaman Tuanku Azwar Aziz AbdulDjalil Rahmadshah yang berlangsung di tengah rintik gerimis lembut yang turut membasahi bumi, seolah alam pun turut berduka cita atas berpulangnya seorang tokoh besar, pemimpin adat, dan figur yang sangat dihormati di Tanah Deli dan wilayah pesisir Timur Sumatera Utara. Gerimis yang turun justru menambah syahdu dan mendalamkan rasa doa yang dipanjatkan oleh ribuan warga, kerabat, serta undangan yang hadir mengantarkan kepergian beliau ke peristirahatan terakhir.(13 Mei 2026)
 
Momen penghormatan tertinggi ini terasa semakin istimewa dan bersejarah karena kehadiran langsung para pemimpin besar dari kesultanan-kesultanan Melayu di Sumatera Utara. Tuanku Al-Sultan Deli, Tuanku Al-Sultan Asahan, dan Tuanku Al-Sultan Serdang, hadir mendampingi jenazah dan keluarga besar, berdiri berdampingan dalam satu barisan, memimpin doa dan memberikan penghormatan terakhir sebagai wujud persaudaraan, persatuan, dan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sosok yang menjadi jembatan kebersamaan antar wilayah kerajaan tersebut.
 
Keberadaan ketiga Sultan tersebut di samping pusara menjadi bukti nyata betapa tingginya kedudukan, jasa, dan pengaruh almarhum Tuanku Azwar Aziz AbdulDjalil Rahmadshah dalam menjaga nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta persaudaraan Melayu selama masa hidupnya. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai bentuk bela sungkawa pribadi, melainkan simbol bahwa almarhum telah pergi namun namanya akan terus abadi dalam sejarah peradaban adat dan budaya di Sumatera Utara.
 
Sepanjang prosesi pemakaman berlangsung, doa-doa dipanjatkan secara beriringan dari para alim ulama, tokoh agama, hingga masyarakat umum yang berdatangan dari berbagai penjuru. Dalam setiap lantunan doa, terselip harapan dan permohonan kepada Allah SWT agar Tuanku Azwar Aziz AbdulDjalil Rahmadshah senantiasa dicucuri rahmat, keampunan, dan kasih sayang yang seluas-luasnya. Semoga segala amal ibadah, pengabdian, serta jasa-jasa beliau semasa hidup diterima di sisi-Nya, ditempatkan di tempat yang paling mulia, dan dikelilingi oleh para malaikat serta orang-orang beriman.
 
"Almarhum adalah sosok yang bijaksana, pembawa damai, dan selalu menempatkan persatuan di atas segalanya. Beliau pergi membawa kenangan indah dan jejak kebaikan yang tak ternilai. Gerimis yang turun ini adalah pertanda rahmat, seolah langit ikut mendoakan agar beliau beristirahat dengan tenang dan damai," ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir, dengan nada suara yang masih terasa berat menahan sedih.
 
Warga yang hadir pun tak kuasa menahan air mata, mengenang jasa-jasa almarhum yang selama ini selalu dekat dengan rakyat, menjadi tempat bertanya, dan pelindung adat yang teguh pendiriannya. Bagi masyarakat, kepergian Tuanku Azwar bukan sekadar kehilangan seorang pemimpin, melainkan kehilangan sosok panutan yang senantiasa mengingatkan pentingnya menjaga identitas budaya dan keharmonisan hidup bermasyarakat.
 
Kini, jenazah telah tenang bersemayam di pusara abadi. Namun, nilai-nilai, nasihat, dan kebijaksanaan yang ditorehkan Tuanku Azwar Aziz AbdulDjalil Rahmadshah akan terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. Selamat jalan Tuanku, semoga rahmat dan keberkahan Allah senantiasa menyertai langkahmu menuju keabadian.
 
#BeritaDuka #TuankuAzwarAziz #KesultananDeli #KesultananAsahan #KesultananSerdang #AdatMelayu #BudayaSumut #Pemakaman #RahmatDanDoa #SejarahMelayu #BeritaTerkini

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Ad 1

Ad 2