MPLS SMAN 7 Medan: Tanamkan Kesadaran Bahaya Narkoba, Wujudkan Generasi Emas yang Berkarakter dan Berprestasi
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
MEDAN – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 di SMAN 7 Medan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengenalan lingkungan pendidikan bagi peserta didik baru, melainkan dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk memperkuat fondasi karakter, moral, serta kesadaran dini generasi muda terhadap ancaman serius penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026 ini menghadirkan narasumber kunci: Agustin Sastrawan Harahap, M.Pd, dosen Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keolahragaan (FIKK) Universitas Negeri Medan (UNIMED) sekaligus penggiat gerakan anti-narkoba yang aktif di wilayah Sumatera Utara. Kehadirannya merupakan wujud sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan satuan pendidikan menengah dalam menjalankan fungsi preventif sesuai Pasal 4 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mewajibkan seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Pentingnya Perlindungan Dini di Fase Transisi Remaja
Di hadapan ratusan siswa baru, Agustin menjelaskan bahwa masa remaja adalah fase transisi yang sangat menentukan arah masa depan seseorang. Pada usia ini, pelajar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, namun belum sepenuhnya matang dalam mengendalikan emosi, pola pikir, serta kemampuan menyaring pengaruh lingkungan pergaulan.
"Kombinasi antara pergaulan yang tidak tepat, lemahnya kontrol diri, serta minimnya pemahaman tentang dampak nyata narkoba dapat menjadi pintu masuk penyimpangan yang menghancurkan potensi besar generasi penerus bangsa," tegasnya.
Ia menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata, melainkan harus dimulai dari lingkungan terdekat: keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas. "Pendidikan karakter adalah benteng pertama dan paling kokoh untuk melindungi generasi muda dari jeratan narkoba," tambahnya.
Ditinjau dari aspek akademik, penyalahgunaan narkoba terbukti secara ilmiah menurunkan kemampuan kognitif, konsentrasi belajar, daya ingat, serta kesehatan mental yang berujung pada penurunan prestasi dan produktivitas jangka panjang. Secara moral dan spiritual, narkoba merusak akhlak serta menjauhkan manusia dari nilai-nilai agama.
"Agama mengajarkan kita untuk menjaga akal, jiwa, dan tubuh sebagai amanah suci dari Allah SWT. Maka, menjauhi narkoba bukan sekadar kewajiban hukum sesuai peraturan perundang-undangan, melainkan bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral kita kepada keluarga, bangsa, dan negara," pesan Agustin yang disambut antusiasme seluruh peserta.
Komitmen Sekolah: Pendidikan Utuh, Bukan Sekadar Ilmu Pengetahuan
Kepala SMAN 7 Medan, Suyono, M.Or, menyampaikan apresiasi mendalam atas kesediaan narasumber serta dukungan berbagai pihak dalam kegiatan ini. Menurutnya, penyelenggaraan sosialisasi bahaya narkoba adalah investasi terpenting dalam membangun kualitas karakter peserta didik, sejalan dengan prinsip pendidikan berkelanjutan yang diamanatkan undang-undang.
"Kami tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga siswa yang memiliki integritas, kedisiplinan, dan keberanian untuk berkata 'TIDAK' pada narkoba. Pendidikan yang utuh harus mampu membentuk manusia seutuhnya," ujar Suyono.
Ia berharap kegiatan serupa dapat berjalan berkelanjutan, tidak hanya terbatas pada masa MPLS, melainkan menjadi bagian dari program pembinaan karakter rutin sekolah agar tercipta lingkungan pendidikan yang bersih, aman, dan kondusif bagi seluruh warga sekolah.
Dukungan Tokoh Masyarakat: Sinergi Menuju Sumatera Utara Bebas Narkoba
Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Mas'ud Silalahi, S.Sos, aktivis anti-narkoba dan pengasuh Rumah Mas'ud Silalahi yang merupakan putra asli Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif SMAN 7 Medan.
"Saya sangat bangga melihat sekolah di lingkungan tempat saya tumbuh besar mengambil langkah nyata melindungi anak-anak kita dari ancaman narkoba. Ini adalah contoh yang patut ditiru oleh seluruh satuan pendidikan di Sumatera Utara," ungkapnya.
Mas'ud mengajak para siswa baru untuk menjadi pelopor gerakan hidup sehat, berprestasi, dan bebas narkoba di lingkungan masing-masing. Ia juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi berkelanjutan, pembinaan bakat minat, kegiatan kepemudaan, olahraga, serta aktivitas sosial yang positif dan produktif.
Selain itu, ia menegaskan perlunya langkah tegas dari aparat penegak hukum, baik TNI, Polri, maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara, untuk memberantas tuntas jaringan peredaran gelap narkoba. "Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dan sinergis—tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, dan kita semua harus bergandengan tangan melindungi masa depan bangsa," pungkasnya.
Penutup: Langkah Menuju Generasi Emas Indonesia
Melalui rangkaian kegiatan MPLS ini, SMAN 7 Medan menegaskan perannya bukan hanya sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, melainkan sebagai ruang pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai religius, serta penanaman semangat kebangsaan.
Diharapkan, peserta didik baru mampu tumbuh dan berkembang menjadi Generasi Emas Indonesia yang cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki komitmen tak tergoyahkan untuk menjaga diri dari segala bentuk penyalahgunaan narkoba demi terwujudnya Sumatera Utara yang maju, aman, dan bermartabat.
(***)